Memasuki tahun 2026, Indonesia berada dalam sebuah persimpangan penting yang kerap luput dari perhatian publik. Di satu sisi, negeri ini memiliki bonus demografi yang besar—jutaan penduduk usia produktif yang seharusnya menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan penguatan kelas menengah. Namun di sisi lain, berbagai indikator menunjukkan tekanan yang semakin serius: defisit anggaran yang melebar, utang publik yang meningkat, basis pajak yang sempit, perlambatan perdagangan, serta terbatasnya penciptaan lapangan kerja. Ketegangan antara potensi dan kenyataan inilah yang menjadi latar utama kajian ini, sekaligus sinyal bahwa tantangan ekonomi Indonesia bukan bersifat sementara, melainkan semakin struktural.
Policy brief ini mengajak pembaca untuk melihat persoalan ekonomi Indonesia secara sistemik, melampaui perdebatan teknis tentang anggaran atau bantuan sosial. Pertanyaan kuncinya bukan sekadar bagaimana menjaga stabilitas jangka pendek, tetapi masa depan seperti apa yang sedang dibangun: apakah Indonesia akan mengubah bonus demografi menjadi pekerjaan produktif, basis pajak yang adil, dan keberlanjutan fiskal—atau justru mengandalkan utang, subsidi, dan penundaan reformasi.
Policy brief ini disusun sebagai bahan refleksi dan diskusi publik yang berbasis riset, guna mendorong pengambilan keputusan yang lebih berani, adil, dan berorientasi jangka panjang.
Untuk memahami risiko, skenario kebijakan, serta pilihan strategis yang dihadapi Indonesia secara lebih utuh, kami mengundang pembaca untuk membaca naskah kajian ini secara lengkap. Silakan baca lebih lanjut dan berikan komentar anda.




